PANDAI BESI, MEMBRANDING DESA LESENG SEBAGAI DESA CERDAS YANG BERKARAKTER AGRARIS

Loading

didesaku.id – “Besipun kalau di Leseng bisa menjadi pandai”. Itulah kira-kira seloroh sebagian masyarakat Leseng yang memiliki budaya turun temurun sebagai desa pandai besi di Kabupaten Sumbawa. Sebuah keunikan tersendiri yang menggambarkan bagaimana desa di Kabupaten Sumbawa dengan kultur agraris mewariskan tradisi membuat pisau, berang atau parang, badik dan lainnya serta aksesorisnya yang utamanya digunakan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas pertanian, peternakan maupun perikanan.

Hal tersebut jualah yang disampaikan oleh Kepala Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa Rajuddin saat menerima kunjungan Tim Kemendesa dan PDTT RI dan Duta Desa Cerdas yang didampingi oleh Tim dari Dinas PMD dan Dinas Kominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, Rabu siang (22/12/2021)

“Kerajinan pandai besi menjadi salah satu ciri desa kami, Desa Leseng dan mungkin inilah Kemendesa yang kemudian juga menetapkan Desa Leseng sebagai salah satu Desa Cerdas di Indonesia”, ujar Rajuddin kepada Tim Kemendesa.

Lebih lanjut, Rajuddin menjelaskan bahwa potensi pertanian yang sangat melimpah, juga menjadi salah satu alasan mengapa Desa Leseng menjadi Desa Cerdas. Profesi masyarakat adalah sebagian besar sebagai Petani, walaupun ada beberapa dari masyarakat yang berprofesi lain seperti ASN, Guru, Pegawai Swasta tetapi mereka juga mempunyai aktivitas lain diluar kantor yaitu sebagai petani maupun peternak.

Sebagai desa yang terluas di Kecamatan Moyo Hulu, Desa Leseng terdiri dari 8 Dusun yang jaraknya berjauhan, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Desa untuk terus menyukseskan programnya terlebih dengan salah satu predikat Desa Cerdas.

“Kami berharap, melalui Kementerian Desa kami dapat difasilitasi atau dinterfensi dengan pemerataan dan pemantapan sinyal internet sehingga Desa Cerdas betul-betul dapat terwujud di Desa Leseng, mengingat salah satu komponen Desa Cerdas adalah pemanfaatan teknologi informasi” ungkap Kades yang enerjik ini. Signal internet yang lemah terutama di 4 dusun yaitu Taloa A, Taloa B, Sedan, Buin Sepit sedangkan Katompo tidak ada signal internet sama sekali, lanjutnya.

Selain itu juga, Kades Rajuddin juga mengusulkan Lapak Khusus Hasil Kerajinan Pandai Besi, dukungan pemasaran produk Pandai Besi melalui lintas sector.

Kedepan, untuk terus menggeliatkan ekonomi masyarakat Desa Leseng, Kades akan menyegerakan pembenahan manajemen BUMDes secara terpadu baik dari sisi akuntansi, pengembangan unit usaha maupun kerjasama dengan stakeholder lainnya yang terkait. (red/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post JOROK, DESA CERDAS YANG TERUS MEMELIHARA KEBERSIHAN DAN KEARIFAN LOKAL
Next post Awali 2022, 24 Desa di Sumbawa Raih Apresiasi Alokasi Kinerja dari Kemenkeu