Gawat!! Metode Seperti Ini Bisa Panen Padi Organik Lebih Banyak

Padi organik dengan metode System of Rice Intensification (SRI) ternyata priduktivitas yang dihasilkan sangat menguntungkan. Bahkan produktivitas pada yang dihasilkan bisa hingga dua kali lipat dengan dibandingkan dengan metode padi oragnik yang lain. Bagaimana cara proses metode SRI ini?, tulisan ini akan mengulas tentang mentode SIR tersebut. Sebelum masuk pada pembahasan manfaat dari metode SIR, kita akan membahas terlebih dahulu terkait hubungan metode SRI dengan padi organik.

Apa hubungan SRI dengan budidaya padi organik?

Singkatnya, padi organik ialah padi yang dioleh dari bahan organik atau tanpa menggunakan zat  kimia. Baik itu proses dari awal hingga akhir diproses tanpa menggunakan zat kimia.

Pola pertanian padi SRI organik merupakan perpaduan antara metode budidaya padi SRI yang pertama kali dikembangkan di negara Madagaskar, dengan metode budidaya padi organik dalam praktek pertanian organik. Metode ini akan meningkatkan fungsi tanah sebagai media tumbuh dan sumber nutrisi tanaman.

Dengan sistem SRI organik daur ekologis akan berlangsung dengan baik. Karena pada proses ini memanfaatkan mikroorganisme tanah secara natural. Pada gilirannya keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan akan selalu terjaga. Selain, produk yang dihasilkan dari metode SIR ini lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari paparan zat kimia berbahaya.

Nah, berikut adalah prinsip yang ditekankan pada metode SIR untuk padi organik:

  1. Tanaman bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah semai ketika bibit masih berdaun 2 helai
  2. Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak minimal 25 cm persegi
  3. Pindah tanam harus sesegera mungkin (kurang dari 30 menit) dan harus hati-hati agar akar tidak putus
  4. Penanaman padi dengan perakaran yang dangkal
  5. Pengaturan air, pemberian air maksimal 2 cm dan tanah tidak diairi secara terus-menerus sampai terendam dan penuh, namun hanya lembab (irigasi berselang atau terputus)
  6. Peningkatan aerasi tanah dengan penggemburan atau pembajakan
  7. Penyiangan sejak awal sekitar 10 hari dan diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari
  8. Menjaga keseimbangan biota tanah dengan menggunakan pupuk organik

Keunggulan menggunakan metode SRI:

  1. Tanaman hemat air,Selama pertumbuhan dari mulai tanam sampai panen memberikan air max 2 cm, paling baik macak-macak sekitar 5 mm dan ada periode pengeringan sampai tanah retak (irigasi terputus)
  2. Hemat waktu, ditanam bibit muda 5 – 12 hari setelah semai, dan waktu panen akan lebih awal
  3. Produksi meningkat, di beberapa tempat mencapai 11 ton per hektar
  4. Hemat biaya, hanya butuh benih 5 kg per hektar. Tidak memerlukan biaya pencabutan bibit, tidak memerlukan biaya pindah bibit, tenaga tanam kurang, dll.
  5. Ramah lingkungan, tidak menggunaan bahan kimia dan digantikan dengan mempergunakan pupuk organik (kompos, kandang dan mikro-oragisme lokal), begitu juga penggunaan pestisida.

Untuk lebih detailnya, anda bisa mempraktikkannya sendiri dan nikmatillah hasinya.

 

note : sumber gambar dari antarajateng

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *