Pemuda 26 Tahun yang Jadi Duta Petani Milenial

Sandi Octa

Didesaku.com – Kali ini kita berkenalan dengan salah satu petani milenial yang mendapat predikat “Duta Petani Milenial”. Namanya Sandi Octa Susila (26). Pria asal Cianjur, Jawa Barat ini mendapatkan predikat tersebut oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Memulai terjun di dunia pertanian sejak 2015 lalu, Sandi mengaku semakin tekun saat bekerjasama dengan penyaji fast food. Alumnus Institut Pertanian Bogor ini, semakin mengembangkan bisnisnya hingga di awal 2020 telah mengelola 25 klien dari berbagai hotel di wilayah Bogor.

Pemuda yang memiliki klien segmen modern market ini, semula nekat terjun di dunia pertanian. Bahkan, usaha yang dilakukannya ini tidak diketahui oleh orang tuanya. Karena orang tuanya menginginkan Sandi menjadi seorang cendekiawan.

Selain itu, alasan Sandi terjun di dunia pertanian juga karena di lingkungannya banyak hasil panen yang tidak diperjualbelikan secara maksimal. Apalagi, ayahnya merupakan seorang petani di kampungnya, sehingga ia secara langsung melihat keadaan ini.

Secara kinerja, Sandi tengah mengelola kurang lebih 141 item holtikultura seperti tomat, buncis, cabai, dan kembang kol. Ia kini juga membina 385 petani dan pengelolaan lahan seluas 120 hektare. Dari hasil pertanian ini, ia memilki omzet sekitar Rp 500 juta per tahun.

Pengelolaan pertanian ini, terdiri dari 8 hektare lahan pribadi, 94 hektare dari PTPN 8, dan sianya dari pihak-pihak lain dengan total 120 hektare. Hal ini seperti yang dipaparkan oleh akurat.co Februari lalu.

Sebelum adanya pandemi, Sandi tengah bersiap-siap untuk menuruti permintaan komoditi sayuran yang akan diekspor di Dubai. Jenis sayuran ini seperti jengkol dan daun singkong.

Dari aksinya sebagai pemuda yang melek akan dunia pertanian, Sandi mendapat respon positif dari beberapa pihak. Di antaranya Kementerian Pertanian menyebut bahwa perlu ada banyak milenial yang tidak gengsi terjun di dunia pertanian.

Kementan pun akan berencana untuk mencetak 1 juta petani milenial setiap tahun. Jika itu tercapai bukan tidak mungkin Indonesia dapat mengalahkan negara lain dalam hal sektor pertanian. Serta menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mendatang.

Tentu, dari apa yang diperjuangkan oleh Sandi Octa perlu kita apresiasi kawan-kawan desa. Terlebih para pemuda yang tinggal di desa, alangkah indahnya jika pengalaman seperti ini ditularkan guna mencapai kesejahteraan bersama.

Salam sejahtera dari desa!!!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *